Monday, 12 February 2018

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH
NHW #3 Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Assalamualaikum. 

Nice HomeWork #3 ini lebih menantang dari dua NHW sebelumnya, jujur saya bilang lebih susah. Perlu pemikiran yang serius dan mendalam untuk menjawabnya. Sampai saat saya menulis ini pun, saya masih belum mantap dengan apa yang akan saya tuliskan. Tapi jika menunggu semua jawaban siap, saya ragu malah melewati batas waktu pengumpulannya. Bismillah, saya mulai saja.

Tentang surat cinta.
Saya sudah memberikan suratnya sejak beberapa hari yang lalu. Ini adalah kesempatan saya meluapkan rasa cinta di hati yang selama ini kadang ragu diungkapkan, malu hehe. Kalau saling bilang 'i love u' sih sering, tapi saya ingin surat cinta ini berbeda dari sekedar mengatakan 'i love u'.
Surat cinta 5 lembar
Saya tulis suratnya, tulis tangan di kertas binder motif kulit sapi, hehe.  Saya ungkapkan semua rasa terima kasih dan permohonan maaf, juga mengenang kembali masa-masa sebelum nikah. Ga sadar, lima halaman sudah. Saya berikan saat kami berdua saja, Sina anteng main di luar. Respon pertama sebelum membaca nya adalah "Bunda kapan nulisnya?" :D.

Wednesday, 7 February 2018

Periksa Kehamilan di Puskesmas

Assalamualaikum
Alhamdulillah positif
Alhamdulillah, shubuh ini terasa sejuk dan damai sekali. Ada rasa nyaman yang jauh berbeda dari  hari-hari sebelumnya meskipun pegal-pegal di pundak dan punggung masih terasa. Alhamdulillah segelas coklat panas dan indomie goreng sayur telur cukup untuk menambah kenyamanan ini.
Alhamdulillah lagi, mual-mual dan pusing di awal kehamilan sudah terlewati, sudah jauuuh berkurang. Sesekali saja merasa mual jika memang ada bau sesuatu yang sangat kuat atau sedikit pusing saat ngantuk tapi belum bisa tidur.
Alhamdulillah kehamilan saya sudah masuk 16 minggu. Hitungan berdasarkan HPHT sebenarnya baru 15minggu2hari, tapi berdasarkan hasil USG usia kandungan sudah masuk 16minggu4hari. Waktu hamil Kakang Sina, sejak awal testpack positif sampai usia kandungan 8 bulan selalu USG setiap bulan. Selalu excited setiap awal bulan menanti jadwal kontrol. Ga mau kontrol ke bidan karena di bidan ga bisa USG, ga bisa lihat langsung kondisi jabang bayi. Padahal saat itu saya sudah tau bahwa sebenarnya tidak perlu USG setiap bulan, cukup 1 kali saat kehamilan di bawah usia 3 bulan, 1 kali saat usia 4-6bulan, dan 2x saat usia 7-9bulan. Kecuali jika memang diperlukan untuk selalu USG jika ada gejala yang 'mencurigakan' pada jabang bayi. 
Hamil yang kedua ini, saya berniat untuk mengurangi jadwal USG, dan periksa ke bidan saja. Yang pertama terpikir tentu saja bidan Okke, bidandari yang membantu saat persalinan Kakang Sina dulu. Tapi setelah dipikir-pikir, nanti saja ketemu Teh Okke saat usia kandungan sudah di atas 28 minggu. Akhirnya saya coba periksa ke puskesmas dekat rumah, iya dekat, kalau jalan kaki paling hanya 5-10 menit sudah sampai. Sebenarnya agak-agak gimana gitu ya, sedikit underestimate sama puskesmas, karena dulu pernah periksa Kakang saat sakit tapi kurang puas sama pelayanannya. Banyak yang bilang puskesmas sekarang udah OK koq, tidak se-ngasal dulu. Mungkin dulu juga ga nagsal, cuma saya nya aja yang kurang sreg sama puskesmas.
Bismillah aja. Tanggal 7 Desember 2017, pukul 8 lebih sedikit saya berangkat, dan sampai di sana ternyata antrian pendaftaran sudah lumayan panjang. Antri ambil nomor, kemudian nunggu dipanggil untuk di data. Karena saya baru pertama ke puskesmas, jadi saya dikasih kartu baru yang harus dibawa setiap berobat. Kartu ini ga ada nama saya-nya sama sekali, hanya nama kepala keluarga saja. Ya sudah. Saya kemudian dikasih itu nomor antrian plus beberapa lembar kertas yang sepertinya lembar diagnosa, lembar resep, dan entah lembar apa lagi kemudian diminta menunggu di ruang no 7, ruang KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Bayarnya hanya RP.3000 saja. Alhamdulillah.

Sunday, 4 February 2018

Indikator Profesionalisme Perempuan
NHW #2 Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Assalamualaikum.

Alhamdulillah minggu menjelang subuh ini Cibiru tak terlalu dingin setelah kemarin diguyur hujan. Alhamdulillah Sina dan ayahnya masih tidur lelap sehingga saya punya waktu luang buat ngoprek blog. 
Nice Homework #2 kali ini cukup menantang, membuat checklist indikator profesionalisme perempuan, fokusnya ke peran kita sebagai individu, sebagai istri dan sebagai ibu.
Saya coba tanya suami tentang indikator istri seperti apa yang bisa membuatnya bahagia. Beliau menjawab :"Istri yang berpakaian rapi di siang hari dan seksi di malam hari". Haha. Ada sih jawaban lain, saya coba menjadikan jawaban suami sebagai referensi dalam pembuatan indikator di tabel di bawah. 
Saya juga tanya Sina, "Sina maunya Bunda kayak gimana biar Sina-nya senang terus?" Jawaban Sina :" Sina mau Bunda temenin Sina mewarnai, temenin Sina nonton video, temenin Sina main lego, temanin Sina main mainan semuanya, temenenin Sina baca buku, sama temenin Sina bobo." Oke, intinya adalah temenin
Indikator yang dibuat ini harus memenuhi kunci yang disingkat menjadi 'SMART' yaitu Specific (unik/detail), Measurable (terukur, contoh : dalam 1 bulan 4x sharing belajar), Achievable (bisa diraih, tidak terlalu susah tapi tidak terlalu mudah), Realistic (berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari), dan Timebond (ada batas waktu).
Daaan, inilah checklist indikator profesionalisme perempuan versi saya.

Saya sebagai individu

Checklist indikator saya sebagai individu

Saturday, 3 February 2018

How To Be A Professional Mother
Rangkuman Video Materi Matrikulasi Ibu Profesional
Sesi #2

Assalamualaikum
Link youtube
Hari ini saya mau coba menulis ulang isi videonya Bu Septi di Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2 yang berjudul "How To Be A Professional Mother". Link video ini saya dapatkan di grup WA Matrikulasi IIP.

Bu Septi bilang bahwa sejak lahir anak memiliki 4 hal

  1. Intellectual Curiousity, maksudnya adalah rasa ingin tahu yang sangat besar. Sehingga sangat wajar jika anak sering sekali bertanya ini itu yang terkadang kita sebagai orang tua bosan  menjawabnya.
  2. Creative imagination. Imajinasi yang kreatif dan di luar dugaan.
  3. Art of discovery, seni menemukan sesuatu.
  4. Nobble Attitude, akhlak yang mulia.

Sunday, 28 January 2018

Jurusan di Universitas Kehidupan
NHW #1 Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Assalamualaikum WrWb.
Alhamdulillah, setelah hampir seminggu menggalau karena saya kebingungan mengerjakan Nice HomeWork #1 Matrikulasi Insitut Ibu Profesional berkaitan dengan materi "ADAB MENUNTUT ILMU", hari ini saya mantap menuliskannya di sini.

1. TENTUKAN SATU JURUSAN ILMU YANG AKAN ANDA TEKUNI DI UNIVERSITAS KEHIDUPAN INI!
Saya mantap memilih ilmu "MANAJEMEN  KELUARGA" sebagai bidang yang akan saya tekuni.
Yang akan saya pelajari di jurusan ini adalah bagaimana cara
  • Menyiapkan makanan sehari-hari yang sehat, murah tapi memenuhi pedoman menu gizi seimbang.
  • Menyesuaikan cara berpakaian dengan kepribadian masing-masing anggota keluarga, usia dan situasi.
  • Mengatur dan merawat rumah dengan baik agar semua anggota keluarga nyaman.
  • Mengelola keuangan dan ikut membantu menjaga kestabilan perekonomian keluarga.
  • Memahami hak-hak dan kewajiban orangtua terhadap anak juga cara merawat, mendidik, dan membimbing anak. Mempersiapkan anak menghadapi masa aqil-baligh sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing.
  • Mengatur anggota keluarga agar mampu bekerja sama sebagai tim dalam menggapai cita-cita keluarga.
  • Mewujudkan keluarga yang berakhlaq (bersikap dan bertingkah laku) sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah.