Thursday, 18 January 2018

Simulasi Nice HomeWork Kelas Matrikulasi Ibu Profesional

Assalamualaikum Wrwb.

Alhamdulilah, akhirnya jadi juga saya ikutan kelas matrikulasi setelah sekian drama terlewati. Ga drama juga ketang. Saya tahu ada IIP jaman masih sering wara-wiri di komunitas blogger. Saat itu, Mei 2016, beberapa teman blogger rutin posting tentang nice homework di IIP. Saya cukup penasaran dan bertanya-tanya, tapi akhirnya saya mantap tidak ingin ikutan, karena saya merasa belum siap berkomitmen dan males kalau harus banyak tugas. Tapi saya rajin ngikutin postingan teman-teman saya tentang NHW mereka, sekedar baca dan 'oh ini ya tugasnya' gitu.  Lama-lama saya lupa dan ga ngikutin lagi. Itu saya inget banget ya bulan Mei 2016. Iya, soalnya pas sama ulangtahun saya, ada yang mengucapkan selamat ulang tahun dan berpesan jangan lupa ikutan matrikulasi IIP ya, tapi yang sekarang udah lewat, nanti batch berikutnya saja.
Saya hampir lupa sih tentang IIP ini, tapi kemudian istri adek ipar cerita-cerita lagi tentang IIP. Saya baru tahu, selain perkuliahan online ternyata IIP juga ada beberapa Rumah Belajar yang berbasis grup whatsapp. Saat itu saya diajak bergabung di RB Cibiru, saya mau dong pastinya. Nuhun ya, Phia, udah ngajakin. 
Di RB Cibiru ini juga ada pertemuan rutin bulanan yang selalu bagus dan menarik temanya. Saya mulai rutin datang ke pertemuannya, menyimak semua diskusi-diskusi di grup, yaa walaupun as a silent reader aja sih. Kesininya saya baru tahu ternyata banyak sekali RB lain, ada yang sesuai wilayah, ada yang sesuai minat. Saya bergabung di beberapa grup. Sayangnya terakhir-terakhir saya harus left beberapa grup karena saya belum jadi member IIP alias belum lulus kelas matrikulasi.
Saat pembukaan pendaftaran matrikulasi batch sebelumnya, saya sudah mantap untuk ikutan waktu itu. Sayangnya saya belum berjodoh. Kendalanya adalah biaya Rp.100000 yang harus ditransfer saat pendaftaran. Saat itu, kondisi keuangan saya memang sedang sangat tidak baik. Saya ingat, saya hanya mempunyai kurang dari RP.10000 sementara beras habis dan listrik bunyi nut nut nut minta diisi ulang. Jadi, tidak memungkinkan daftar IIP saat itu. Sedih, tapi ya sudahlah. Saat Alhamdulillah uang sudah ada dan batas waktu pendaftaran belum lewat, saya semangat untuk daftar. Sayang, kuota sudah full dan dipersilakan untuk mengikuti batch selanjutnya.
Akhirnya saya masuk ke grup foundation IIP, grup pra-matrikulasi dimana semua info terkait matrikulasi akan diinfokan pertama kali di grup ini. Alhamdulillah saat ini saya berhasil masuk ke kelas matrikulasi IIP batch 5.
Perasaan saya, ah jangan ditanya lagi, Alhamdulillah bahagia luar biasa. Ini salah satu yang saya nantikan dalam beberapa bulan terakhir. Perkuliahan belum mulai, tapi saya sudah mulai mendapatkan ilmu yang tidak saya sangka, mendapatkan teman-teman baru, dan pengalaman baru.
Harapan saya dengan mengikuti matrikulasi ini, 
  1. Saya bisa menemukan passion saya, visi misi hidup saya yang selama ini nampak masih berubah-ubah tidak jelas.
  2. Saya bisa menyusun kepingan-kepingan puzzle pengetahuan saya tentang rumah tangga dan parenting yang selama ini berserakan tak beraturan. Kerangka berpikir saya lebih sistematis dalam menjalani peran sebagai seorang istri dan ibu.
  3. Saya bisa meningkatkan level kewarasan, kesabaran dan kebersyukuran saya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
  4. Saya bisa mendapatkan teman-teman baru, keluarga baru, pengalaman baru.
  5. Seperti jargonnya IIP, semoga saya bisa menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga.
Semoga sehat terus, lancar ga ada kendala. Semoga bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Semoga Allah memberkahi saya, dan kami semua.
Salam (calon) Ibu Profesional!

Wassalamualaikum. 


Postingan ini juga sekaligus sebagai simulasi pengerjaan Nice Homework kelas Matrikulasi IIP Batch#5 Bandung 3.

Mengapa Saya Kembali?

Assalamualaikum Wrwb

Ada yang kangen saya? Sepertinya sih tak ada ya. Saya iseng lihat pageview blog ini. Akhir-akhir ini jumlahnya tidak sampai 0,1% postingan saya tentang sepatu yang mengelupas, bahkan tidak sampai 1% dari postingan dulu tentang Garnier. Kecewa? Alhamdulillah, tidak sama sekali. Saya justru sangat bersyukur, dengan sedikitnya yang nyasar ke sini, saya bisa lebih bebas mengekspresikan apapun yang ada dalam hati dan pikiran saya tanpa ragu dan takut lagi. 
Saya yang sok sibuk, akhirnya memutuskan kembali menghidupkan blog ini karena beberapa alasan. 
Pertama, udah terlalu banyak yang menumpuk di jiwa saya tanpa bisa saya keluarkan. Saya putuskan untuk kembali menuliskan segala hal, yang paliing ga penting sekalipun karena ingin mendapatkan kembali rasa nyaman setiap kali saya selesai bercerita. Dengan bercerita di blog (atau bahkan hanya di draft saja) setidaknya saya tidak akan mendapat respon negatif menyakitkan hati seperti jika saya cerita langsung. Misal, saat saya cerita betapa bahagianya ketika USG pertama kali dan bisa mendengar detak jantung calon bayi saya, ga akan dikomentar "baru 2 bulan mah paling juga bentuknya masih segumpal daging". Buat bumil sensitif yang lagi bahagia, dengar komentar seperti itu bisa langsung mewek. Di blog, saya bebas cerita apapun, kalaupun ada respon negatif yang akan membuat saya drop, setidaknya saya bisa pilih untuk tidak menampilkannya, menghapusnya dan segera melupakannya. Ih gitu banget ya, ya biarin, blog blog saya koq. 
Kedua, saya lagi butuh beberapa tulisan saya dulu, jadi ma tak mau saya kan jadi buka lagi blog ini, kenapa ga sekalian diberesin, dirapihin dan dihidupkan kembali?
Ketiga, suami saya seriiing banget nyuruh saya nulis lagi. Katanya, tingkat kewarasan saya berbanding lurus dengan frekuensi saya  menulis. Semakin sering saya menulis, apapun, semakin waras saya dihadapan beliau. Hehe.
Keempat, dan yang paling utama, saya memerlukan media ntuk mengerjakan tugas-tugas di kelas matrikulasi IIP. Saya coba dengan langsung ngetik sekalian attachment, ternyata rada ribet dan lebih mudah saya tuliskan di blog dan tinggal copy link-nya, selesai.
Semoga bisa konsisten ya, mau ga mau sih kalau ngerjain tugas mah kan ya. Ha ha. 


Testing Post (again?)

Assalamualaikum Wrwb.
Gambar pinjem dari sini
Jika diibaratkan rumah, blog ini sepertinya sudah penuh debu, lumut, dan sarang laba-laba di sana sini saking terlalu lama ditinggalkan penghuninya tanpa ditengok sebentar pun. Tak pernah disapu debu-debunya, tak dibuka jendela-jendelanya agar aliran udara segar bisa masuk. Ditinggalin teh udah we ditinggalin ya. Pemiliknya tidak pindah rumah, hanya saja mood dan kesempatan untuk mengunjungi rumah ini sering tak ada.
Hari ini, saya coba kembali menengok rumah yang pernah menjadi tempat saya menghabiskan sebagian besar waktu saya. Saya bersih-bersih. Saya ingin suasana baru di sini, ingin menambahkan 'perabotanya" dan mengganti beberapa yang memang nampak sudah tidak layak. Tanpa mengganti desain, saya ingin menghidupkan kembali. 
Menulis pernah menjadi kegiatan tak terpisahkan dari saya, pernah menjadi satu-satunya cara saya melepas semua emosi negatif, tempat nge-charge diri, pernah menjadi sumber penghasilan saya juga. Jika sekarang saya kembali, saya tidak mengharap kejayaan masa dulu kembali, tapii setidaknya saya ingin merasakan kembali puasnya nulis curhat ga jelas berlembar-lembar, pamer ini itu untuk kepuasan saya, maki-maki orang untuk  melepas stress saya, yang tentu akan saya pilah pilih dengan baik mana yang boleh dipublikasi dan mana yang cukup saya simpan di draft.
Hidup saya berubah, banyak yang saya alami akir-akhir ini. Senang-sedih, suka-duka, naik-turun kehidupan. Begituu banyak hikmah dibalik semua ujian yang Allah berikan untuk kami. Semua ujian itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan segala anugerah yang muncul setelah itu. Meski semua kesulitan belum berakhir, Alhamdulillah sedikit demi sedikit saya melihat cahaya dari balik kegelapan, semakin hari semakin terang.
Bismillah.