Monday, 16 April 2018

Khataman Jama'i TSSJ KB Cibiru IIP Bandung

Sumber Gambar
Assalamualaikum Wrwb.
Alhamdulillah, hari Jumat tanggal 13 April kemarin saya bisa hadir di acara Khataman Jamai TSSJ (Tilawah Satu Hari Setengah Juz) Kelas Berbagi Cibiru IIP Bandung. 
Saya yang tilawahnya masih sesuka hati kadang iya kadang ngga - tapi sering ngga - sangat terbantu sekali dengan adanya grup TSSJ ini. Minimal saya jadi bisa konsisten tilawah meski kadang target setengah juz perhari tidak terpenuhi. Alhamdulillah, target khatam Quran dalam 13minggu bisa tercapai. Setiap hari jumat kami mengganti tilawah dengan membaca Surat Al-Kahfi. 
Serunya lagi, kami diwajibkan membuat catatan tilawah harian sebagai laporan. Formatnya bebas yang penting tertulis tercapai atau tidaknya target tilawah kita hari itu.
Catatan tilawah saya
Acara Khataman Jamai kemarin dimulai dengan tilawah bersama Juz 2. Teh Sita membaca 5 halaman awal kemudian selanjutnya semua bergiliran membaca satu halaman. Setelah selesai juz 2 dilanjut membaca juz 30 mulai surat At-Takatsur sampai An-Naas kemudian doa Khotmil Qur'an. 

Acara selanjutnya adalah menyimak tausiyah dari Ummi Syauqi. Ummi membahas tentang kunci utama kehidupan, yaitu Sholat. Betapa pentingnya menjaga sholat karena jika benar sholat kita maka seluruh aspek kehidupan kita pun insyaallah akan baik. -will be edited soon- 
Ummi juga berpesan agar jangan sampai anak menjadi halangan kita untuk tetap hadir di majelis ilmu dan untuk selalu menjadikan Al-quran sebagai pegangan hidup dalam berumah tangga. 
Ummi Syauqi
Setelah selesai tausiyah dan tanya jawab, kami berfoto bersama.
Acara terakhir adalah botram. Alhamdulillah. Saya masih akan lanjut tilawah sehari setengah juz dan semoga bisa hadir di acara khataman berikutnya.
Wassalamualaikum.
-Seluruh foto (kecuali yang pertama) diambil dari grup WA TSSJ KB Cibiru IIP Bandung -

Monday, 26 March 2018

DIY : Bantal Multifungsi

Assalamualaikum.
Alhamdulillah kehamilan saya memasuki usia 23 minggu. Saya sehat, dede utun dalam kandungan juga insyaallah sehat. Tapiii, saya mulai kesulitan memilih posisi tidur yang nyaman. Tidur terlentang membuat sedikit sesak, tapi tidur miring pun kurang nyaman karena membuat perut serasa berguling. Maka saya mulai mencari tahu tentang pillow maternity. Membaca reviewnya, saya kabita dan mulai terpikir menyisihkan uang buat beli meski rada ragu karena harganya lumayan mahal untuk saya. Sementara ini saya selalu pakai bantal kecil bentuk hati untuk mengganjal perut saat tidur miring. Kakang Sina bilangnya bantal dede bayi. :D
Alhamdulillah, suatu hari ada tetangga blok sebelah minta tolong dibuatkan sarung bantal  menyusui. Karena tidak tahu ukuran dan bentuk pastinya, maka saya pinjam dulu bantal menyusuinya. Saya coba, ternyata cukup nyaman juga dijadikan bantal tidur tapi tetap saja perlu bantal kecil untuk ganjal perut. 
Bantal menyusui punya tetangga saya yang bentuk begini. Sumber gambar.

Saya kemudian terpikir untuk membuat sendiri bantal menyusui dengan sedikit modifikasi agar bisa juga dipakai saat hamil sekarang ini dengan memanfaatkan barang yang ada.  Alhamdulillah di rumah ada 4 buah bantal kursi yang tidak terpakai yang bisa saya manfaatkan busanya untuk isi bantal modifikasi saya juga seprei lama yang sudah tidak dipakai untuk urungnya. Dan inilah jadinya...
Bantal multifungsi ala saya
Setelah saya coba, alhamdulillah nyaman, bisa jadi bantal kepala sekaligus guling untuk dipeluk, juga mengganjal perut. Tapi rasanya belum cantik kalau hanya begitu saja. Saya kemudian mencari kain untuk membuat cover-nya. Sayangnya sedang tak ada stok kain yang mencukupi untuk cover bantal ini. Pergilah ke Mas Salim, toko kain langganan dekat rumah. Saya memilih bahan flanel yang biasa digunakan untuk bedong bayi. Harganya Rp 70.000 perkilogram. Sebenarnya beli 1,25 meter juga cukup karena kain ini lebarnya 1,75m tapi di Mas Salim kain ini sudah terpotong-potong ukuran tertentu dan berbeda-beda. Saya pilih yang paling ringan. Setelah ditimbang ada 0,330kilogram dan saya mendapatkan 1,60meter Alhamdulillah. Saya juga membeli ritz meteran agar cover-nya ini mudah dilepas jika akan dicuci. 

Kain flanel bedong yang saya beli di Mas Salim
Potong kain sesuai bentuk bantalnya, ini saya langsung saja karena dari awal memang tidak membuat pola.
Gunting kain sesuai bentuk
Selesai.. Dan Kakang Sina jadi orang pertama yang mencobanya. Tapi keterusan, katanya enakeun, Alhamdulillah.
Kakang Sina :D
Jadi, yang saya perlukan untuk membuat bantal ini adalah 
- Kain untuk urung/sarung, saya pakai sprei lama
- Busa/dakron untuk isi, saya pakai busa bekas bantal kursi
- Kain untuk cover, saya beli seharga Rp 23.000
- Ritz 1meter + kepala, saya beli seharga Rp.5000
- Benang, jarum, gunting, dll, Alhamdulillah tersedia di  rumah
Alhamdulillah, bisa punya "mainan" bar tanpa harus mengeluarkan biaya ratusan ribu seperti perkiraan saya sebelumnya. Kain flanelnya pun masih sisa loh, rencanya mau saya buat bedong instan atau untuk latihan membuat cloth diapers. 
Sekian cerita saya membuat sendiri bantal multifungsi. Semoga bermanfaat. 
Wassalamualaikum.

BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN
NHW#9 Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Sumber Gambar
Assalamualaikum.
Di Nice Homework terakhir ini, saya harus menerapkan empati kemudian digabungkan dengan passion agar dapat memberikan solusi/ perubahan di lingkungan sekitar. entah yang saya pilih ini benar atau tidak, tapi saya memastikan bahwa pilihan saya bisa menjadi usaha sosial yang terus berkelanjutan dan sejalan dengan kepentingan keluarga. 
Dan berikut social venture saya :


Wassalamualaikum.

Sunday, 25 March 2018

Curug Batu Templek - Bandung

Assalamualaikum.


Curug Batu Templek saat debit air kecil
Aliran sungai dari curug. 
tempat pemancingan
tempat pemancingan

Wednesday, 21 March 2018

Another "Be - Do - Have"

Assalamualaikum.
Seharian kemarin saya di Cicalengka, rumah Teteh. Saya minta diajarin pola baju model baru yang saya belum bisa, sambil ngobrol-ngobrol banyak hal. Kemudian saya jadi kepikiran NHW#8 kemarin. Saya tidak memilih menjahit sebagai aktivitas pilihan saya di NHW kemarin karena ya memang kemampuan menjahit saya masih sangat pemula, saya juga masih ada bagian uring-uringannya dalam menjahit, belum 100% enjoy seperti mengajar. Tapi saya berpikir lagi justru dengan menjahit sepertinya waktu saya untuk belajar dan bekerja sesuai misi hidup dapat lebih mudah pelaksanaannya. Harapan, cita-cita, dan target saya juga lebih "real" di menjahit. Waktu saya juga lebih fleksibel dibanding dengan mengajar, dan ketika menjahit saya tidak perlu mengkondisikan Kakang Sina agar main tenang dan tidak berisik seperti saat mengajar. 
Saya pun mencoba mengulang NHW#8 dengan memilih aktivitas yang berbeda dan menyesuaikan dengan pemahaman "Be - Do - Have" yang saya pahami sebelumnya. 

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
Menjahit

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan "BE DO HAVE" di bawah ini :
1. Anda ingin menjadi apa? (BE)
Penjahit sekaligus designer 
2. Apa yang ingin anda lakukan? (DO)
- Belajar terus agar semakin menguasai banyak model pakaian.
- Rajin melihat berbagai referensi agar selalu update model terbaru.
- Tetap menerima orderan, sekaligus memastikan customer puas dengan hasilnya.
3. Apa yang ingin saya miliki (HAVE)
-  Workshop Jahit
-  Butik

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
- Mempunyai Butik online dan offline sebagai sumber penghasilan utama saya dan Workshop sebagai salah satu jalan membuka lapangan pekerjaan.
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
- Sudah mempunyai peralatan/mesin lengkap : mesin neci, bordir, alat membuat kancing bungkus.
- Sudah mempunyai karyawan
- Sudah memiliki tempat khusus menjahit, tidak di rumah.
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
- Melengkapi peralatan menjahit seperti benang, ritz, karet, dll agar tak terlalu sering bolak-balik belanja alat jahit.
- Mempunyai patung sebagai display.
- Mencetak label sendiri

Saya juga memutuskan untuk selalu mendokumentasikan hasil karya saya dan menyimpannya dengan baik entah itu di folder di laptop saya atau sekalian saya jadikan tulisan di blog ini dan masuk ke label "Creative Creation".

Bismillah...